TANAH DATAR — Mengusung semangat kebugaran, keterampilan, dan nilai-nilai perjuangan, Bidang Kepanduan DPD PKS Tanah Datar sukses menggelar kegiatan LATANSA (Latihan Perempuan Siaga) pada Ahad (30/8/2026). Bertempat di area alam Panorama Puncak Batudindiang, Jorong Koto Alam, Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, kegiatan ini diikuti oleh 123 peserta perempuan dengan penuh antusias.
Sejak pukul 06.00 WIB, suasana kedisiplinan dan keakraban sudah terasa. Tim Kepanduan dan Korps Asisten Daerah (Korsad) bersiap di persimpangan terakhir untuk mengarahkan kedatangan peserta. Para peserta diajak berjalan kaki sejauh 500 meter menuju lokasi utama sebagai ajang pemanasan fisik, sementara kendaraan dilansir oleh panitia. Setibanya di lokasi, peserta disambut hangat oleh panitia SANTIKA (Sasana Hak Wanita), dilanjutkan
dengan registrasi dan penataan spiritual lewat shalat Dhuha bersama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan materi dan praktik Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dipandu langsung oleh Ketua SANTIKA pada pukul 07.30 WIB. Setelah fisik dan kedisiplinan tertempa, seluruh peserta mengikuti Apel Pembukaan pada pukul 08.30 WIB. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua DPD PKS Tanah Datar, Ustadz Adib Fadhil, S.S., menyampaikan pesan-pesan pembakar semangat perjuangan. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan instruktur, tata tertib, ma’rifatul maidan (pengenalan medan), serta snack time.
LATANSA tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis harian. Pada pukul 10.00 WIB, peserta mendapatkan materi teori dan simulasi First Aid dari dr. Intan Rahma Dewi. Pembekalan ini menekankan pentingnya ketenangan psikologis seorang ibu dalam menangani kondisi darurat anak di rumah, lengkap dengan langkah penanganan pertamanya.
Sesi ketangkasan berlanjut pada pukul 11.00 WIB melalui materi dan simulasi P3M (Pertolongan Pertama Pada Musibah) yang dipandu oleh Tim Damkar Kabupaten Tanah Datar. Peserta diajarkan langkah awal mendeteksi serta menangani musibah rumah tangga, seperti kebocoran gas LPG hingga potensi kebakaran.
Memasuki waktu Dzuhur pukul 12.15 WIB, kebersamaan makin erat saat seluruh peserta, panitia, dan instruktur melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di lapangan dengan imam dari personel Korsad, lalu dilanjutkan makan siang bersama (rihlah).
Pada sore harinya, pukul 13.30 WIB, keceriaan pecah lewat sintesis halang rintang ringan yang menguji kerja sama tim (teamwork), kepercayaan, dan keakraban melalui tiga wahana permainan, yaitu Maze, Gladiator, dan Roulette.
Usai shalat Ashar berjamaah di lapangan pada pukul 15.20 WIB, kegiatan memasuki tahap akhir melalui Apel Penutupan pada pukul 16.15 WIB dengan Inspektur Upacara Sekretaris Umum DPD PKS Tanah Datar. Acara kemudian ditutup dengan pengumuman peserta dan kelompok terbaik, sosialisasi peran SANTIKA, serta tradisi mushafahah (saling bermaaf-maafan) sebelum seluruh elemen kembali ke rumah masing-masing pada pukul 17.30 WIB.
Ketua Panitia yang melibatkan gabungan anggota BKAP, BKBN, dan BIPEKA menjelaskan bahwa LATANSA dirancang dengan memadukan lima prinsip utama: Edukatif (pendidikan ruhani, fikri, dan jasmani), Relijius (terbingkai nuansa Islami), Heroik (menumbuhkan jiwa pembelaan bangsa dan negara), Rekreatif (penyegaran dan hiburan), serta Ukhuwah ( mempererat tali persaudaraan).
Melalui agenda ini, diharapkan para peserta tidak hanya bugar secara jasmani, tetapi juga makin terampil, tangguh, serta memiliki semangat pengorbanan yang tinggi bagi masyarakat, bangsa, dan negara sesuai nilai universal Islam.


